Kenali Siapa Dirimu ''Tak Kenal Maka Tak Sayang''
Siapa kah diri kita ini? Hayoo udah kenalan belum sama dirinya sendiri? Tak kenal maka tak sayang. Kenapa kita perlu mengenali diri kita sendiri? karena akan banyak keuntungan yang kita dapatkan seperti kita dapat mengendalikan kita sendiri, meningkatkan kelebihan dan memperbaiki kekurangan apa yang ada di dalam diri kita. Kita ibaratkan kita sendiri adalah mobil, dalam menyetir mobil di jalan kan pasti ada banyak mobil di sekeliling kita, tugas kita adalah bagaimana mengendalikan mobil tersebut tetap di jalan yang sewajarnya meskipun ada saja tiba-tiba muncul masalah seperti mobil lain menyalip/mobil di depan kita tiba-tiba berhenti mendadak/mobil kita mogok, dll. Tetapi, kalau kita sudah tahu bagaimana mengendalikan mobil kita sendiri, semua masalah di jalan dapat kita coba hindari sebelum terjadi. Begitu juga di dalam kehidupan kita, kita harus mengenali diri kita sendiri dulu seperti apa dan apabila terjadi suatu masalah nantinya kepada kita, kita bisa mengendalikan diri kita sendiri untuk menghadapinya.
Sebenarnya ada banyak cara untuk mengenali kita sendiri, setelah aku bergabung di komunitas Cewequat ini aku baru tahu beberapa tentang test kepribadian yaitu test Distorsi Kognitif, test DISC dan test 5 Bahasa Kasih. Sudah pernah dengar belum tentang ketiga test ini? Kayaknya masih belum pada tau yaa.. Baiklah, aku akan bahas satu per satu yaa..
1. Test Distorsi Kognitif
Distorsi Kognitif adalah berpikiran secara berlebihan dan tidak rasional diidentifikasi dalam terapi kognitif dan variannya, yang dalam teori yang mengekalkan gangguan psikologis tertentu. Kita pasti pernah mengalami berpikir secara berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi. Dalam pengalamanku sendiri, aku pernah pernah berpikir berlebihan tapi aku coba untuk melawan pikiran-pikiran negatif itu dan hasilnya kebanyakan positif. Pernah di suatu kompetisi band yang aku ikuti di salah satu mall di jakarta, aku mengajak teman band ku untuk mengikuti kompetisi ini, awalnya mereka pesimis karena kompetisi itu tinggal beberapa hari lagi dan menurut mereka tidak cukup waktu untuk latihan mendapatkan hasil yang sempurna. Tapi, aku tetap optimis dan menyemangati mereka supaya mau mencoba bertanding dulu karena kita tidak akan tahu bagaimana hasil nantinya kalau kita sudah menyerah duluan sebelum menampilkan yang terbaik. Tibalah waktu itu, kami mendapatkan nomor urut pertama untuk tampil, wah itu rasanya udah kaya nano-nano karena kami latihannya cuma sedikit dan takut nanti menampilkan yang memalukan di atas panggung serta ditertawakan oleh para penonton. Nah itu merupakan contoh distorsi kognitif dengan pikiran - pikiran negatif yang sudah dibuat sebelum terjadi. Sebelum kami naik ke atas panggung, kami berdoa dulu semoga bisa menampilkan yang terbaik dan aku bilang kepada mereka '' kita tidak usah memikirkan kita harus menang nanti, yang penting kita tampilkan yang terbaik ''. Satu per satu band sudah tampil dan tibalah waktu pengumuman hasilnya, tapi angota-anggota band ku sudah pulang semua terkecuali aku yang masih menunggu hasil pengumuman dengan optimis. Mereka semua pulang karena menurut mereka percuma juga karena tidak mungkin band kita menang karena band-band yang lainnya banyak yang bagus dan lebih bagus daripada kita. Pengumuman pun sudah dimulai dari juara 3, juara 2, dan juara 1 tidak ada nama band kami disebutkan dan ternyata ada 1 juara lagi untuk band favorit.. jreng jreng jreng.. nama band aku yang disebutkaaaaann.. Woooww ternyata kami menang dan anggota band ku sempat tidak percaya dengan kabar baik ini karena band teman kami yang dulu pernah mengalahkan kami di kompetisi sebelum ini bisa kalah sekarang dengan band kami. Nah itu lah manfaatnya kalau kita bisa membuang pikiran-pikran negatif. Coba lihat video di bawah ini dulu.
Di video atas memperlihatkan kepada kita bahwa mereka yang memiliki keterbatasan fisik saja masih semangat, berani dan percaya diri tampil di muka umum seperti model profesional. Kita yang tidak memiliki keterbatasan fisik seperti mereka harusnya bersyukur dan bisa melakukan hal-hal yang lebih maju daripada mereka.
2. Test DISC
sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, yang pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara professional maupun secara personal. Dalam test DISC tersebut membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance. Aku sudah mencoba test DISC ini dan hasilnya adalah C, kita bisa lihat hasilnya seperti di bawah ini:
Nah kalo dilihat dari hasilnya, menurut aku hampir 100% sudah menggambarkan diri aku. Aku memang suka menganalisa berlebihan dan sensitif karena aku memiliki tujuan yaitu ingin mengetahui detail objek tersebut dan mencoba untuk menyeimbangkan nya. Dalam contoh kasus seperti ini, ketika aku berkenalan dengan orang baru, yang pertama aku lihat adalah cara berbicaranya karena dari situlah aku bisa menilai karakter seseorang. Misalnya di dalam kehidupan aku yang pernah menjumpai seseorang yang memiliki karakter cepat emosi cepat marah, lantas apa yang harus aku lakukan untuk bisa menyeimbangkan nya? Lebih baik aku yang memulai untuk mengalah dahulu apabila terjadi suatu masalah dengan orang tersebut. Kenapa aku harus yang mengalah? karena kalau bukan dari kita yang memulai, apa kita mau menunggu lama dia yang memulai untuk mengalah duluan? untuk melunakkan hati seseorang yang pemarah itu bisa dengan kelembutan, kesabaran dan pengertian meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melakukan hal itu, tapi perlu kamu coba dan memang butuh proses lama. Nanti seiringnya berjalan waktu, orang tersebut akan bisa berubah terbalik dari karakter awal yang dia miliki dan kamu akan memperoleh banyak kebaikan. Orang tersebut juga akan menghormati, menghargai dan menyanyangi kamu.
3. Test 5 Bahasa Kasih
Dalam suatu hubungan percintaan ataupun keluargaan atau persahabatan, ada banyak cara mengungkapkan perasaan terhadap pasangan atau anggota keluarga atau sahabat. Setidaknya, menurut Dr. Gary Chapman, hal tersebut terbagi ke dalam lima kategori bahasa kasih. Dalam bukunya yang berjudul The Five Love Languages, Chapman menyebutkan lima kategori tersebut, yaitu kata-kata cinta, menghabiskan waktu bersama, memberi hadiah, melayani, dan sentuhan fisik.
Mengenai lima bahasa kasih tersebut, berikut ini penjelasannya dan contohnya dalam hal percintaan.
1. Kata cinta (Words of Affirmation)
Kategori yang pertama ini merupakan tipe orang yang senang apabila sering mendapatkan ungkapan cinta. Contohnya: wanita yang senang dipuji atau mendapat bunga mawar dari pasangannya.
2. Waktu berkualitas (Quality time)
Seseorang yang mendambakan waktu yang berkualitas dalam hubungan percintaannya, biasanya lebih senang menghabiskan waktu berdua dibandingkan menerima hadiah dari pasangannya. Selain itu, orang yang termasuk kategori ini biasanya akan lebih memilih fokus terhadap pasangannya daripada sibuk memainkan gadget.
3. Menerima hadiah (Receiving gifts)
Orang yang masuk dalam kategori ini biasanya senang apabila pasangannya memberikan sesuatu hal terhadapnya bukan berarti matrelialistis. Kategori ini bukan berarti matre, hadiah juga enggak harus mahal, bisa dengan hadiah buatan sendiri. Tapi lebih kepada senang diberikan sesuatu yang nyata sebagai bentuk perhatian.
4. Melayani (Acts of Service)
Acts of service merupakan tipe orang yang senang apabila mendapatkan bantuan dari pasangannya. Bantuan itu tak harus sesuatu yang rumit, melainkan bisa diwujudkan melalui hal simpel seperti membantu saat pasangannya mengerjakan tugas yang sulit.
5. Sentuhan fisik (Physical Touch)
Kategori terakhir ini biasanya masuk ke dalam kategori orang yang mengartikan hubungan percintaan melalui sentuhan sebagai cara menunjukkan kasih sayang. Misalnya, menggandeng tangan atau mengusap kepala sebagai bentuk perhatian.
Di dalam hasil test ini aku cenderung banyak menyukai hal ke bagian '' Quality Time ''. Ya itu benar sekali, aku memang suka Quality Time dengan keluarga (papa, mama dan ade) karena keluarga adalah prioritas aku. Aku sangat menyayangi mereka, jadinya setiap weekend aku usahakan untuk meluangkan waktu ku untuk mengajak mereka keluar seperti makan bareng di restoran/wisata alam/hangout ke mall, dll. Tujuanku adalah untuk membahagiakan mereka dengan hal-hal kecil seperti itu sudah bisa membuat mereka senang dan menikmati hidup dengan orang-orang terdekatnya.
Mulai sekarang, lakukan lah hal-hal kebaikan kepada semua orang, jangan pernah mengharapkan balasan yang sama karena tanpa kita sadari pada suatu saat nanti hal-hal kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain sebelumnya akan menjadi karma baik kepada kehidupan kamu nanti. Jika kita berpikir positif maka hasil yang akan didapat juga akan positif, begitu pula jika kita berpikir negatif maka hasil yang akan didapat juga negatif.
- Be Grateful, Do the Best, Positive Thinking and Follow Your Heart - niarusady
Psikolog klinis
sekaligus pakar hubungan, Denrich Suryadi, M.Psi mengatakan, ada lima
bahasa kasih menurut teori Dr Gary Chapman yang juga dituangkan dalam
bukunya, "The Five Love Language".
Lima bahasa tersebut, yaitu waktu berkualitas (quality time), pujian
(wordsof affirmation), pelayanan (acts of service), hadiah (gifts), dan
sentuhan (physical touch).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/14/170000520/ada-5-bahasa-kasih-mana-yang-sering-kamu-lakukan-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/14/170000520/ada-5-bahasa-kasih-mana-yang-sering-kamu-lakukan-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna
Psikolog klinis
sekaligus pakar hubungan, Denrich Suryadi, M.Psi mengatakan, ada lima
bahasa kasih menurut teori Dr Gary Chapman yang juga dituangkan dalam
bukunya, "The Five Love Language".
Lima bahasa tersebut, yaitu waktu berkualitas (quality time), pujian
(wordsof affirmation), pelayanan (acts of service), hadiah (gifts), dan
sentuhan (physical touch).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/14/170000520/ada-5-bahasa-kasih-mana-yang-sering-kamu-lakukan-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/14/170000520/ada-5-bahasa-kasih-mana-yang-sering-kamu-lakukan-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna
Psikolog klinis
sekaligus pakar hubungan, Denrich Suryadi, M.Psi mengatakan, ada lima
bahasa kasih menurut teori Dr Gary Chapman yang juga dituangkan dalam
bukunya, "The Five Love Language".
Lima bahasa tersebut, yaitu waktu berkualitas (quality time), pujian
(wordsof affirmation), pelayanan (acts of service), hadiah (gifts), dan
sentuhan (physical touch).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/14/170000520/ada-5-bahasa-kasih-mana-yang-sering-kamu-lakukan-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Ann
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/14/170000520/ada-5-bahasa-kasih-mana-yang-sering-kamu-lakukan-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Ann







Komentar
Posting Komentar